1.1 Latar Belakang
Pembangunan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup rakyat. Pada proses pembangunan ini di satu pihak mengahadapi permasalahan jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, tetapi di lain pihak ketersediaan sumber daya alam sangat terbatas. Pendayagunaan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup rakyat harus disertai dengan upaya untuk melestarikan kemampuan lingkungan hidup yang serasi dan seimbang guna menunjang pembangunan yang berkelanjutan dan berkesinambungan dan dilaksanakan dengan bijaksana, terpadu dan menyeluruh.
Demi terwujudnya pembangunan yang berwawasan lingkungan yang disertai terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, maka diperlukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Setiap usaha atau kegiatan pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup dan perlu dianalisa sejak awal perencanaanya, sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat dipersiapkan sedini mungkin.
Industri merupakan salah satu sumber penyebab serius timbulnya masalah lingkungan di tingkat nasional maupun internasional, yang berhubungan dengan pencemaran air, udara, dan tanah. Masalah –masalah ini secara bertahap dan cepat akan memberi dampak terhadap kesehatan manusia, kawasan pemukiman kota di suatu negara. Pencemaran dapat tersebar melalui udara, sungai, dan air tanah dari suatu negara ke negara lain serta pengaruhnya terhadap kualitas hidup manusia di daerah aliran udara (down wind) atau aliran sungai (down river) dari suatu titik sumber pencemaran.
Saat ini perkembangan industri semakin pesat, terutama pada daerah-daerah yang menjadi basis tumbuh dan berkembangnya industri, sehingga hal ini menyebabkan timbulnya berbagai dampak negatif terhadap lingkungan seperti akibat dari penggunaan dan pengelolaan yang tidak baik dan benar dari bahan berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan harus dilakukan secara intensif dan dievaluasi.
Dilihat dari seluruh kegiatan pelayanan kuratif dan rehabilitatif harus mempunyai daya ungkit yang tinggi bagi peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit bagi orang sehat (Djoyosugito 2000 diacu dalam aditama dan hastuti 2002). Dalam pelaksanakan pekerjaan sehari-hari pekerja di berbagaai sektor akan trpajang dengan resiko penyakit akibat kerja. Upaya demikian dilakukan untuk menekan serendah mungkin resiko penyakit yang di timbulkan akibat pekerjaan atau lingkungan kerja.
Selain upaya yang dilakukan yang telah di jelskan pekerjapun perlu melakukan upaya preventif demi memiliki kualitas tempat kerja yang baik. Salah satu upaya preventiv yaitu kegiatan sanitasi lingkungan. Kegiatan sanitasi lingkungan adalah kegiatan mengawasi faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kegiatan manusia, dari segi kesehatan: mengetahui resiko penyakit yang akan di timbulkan dari kegiatan yang di lakukan dan mengetahui alat pelindung diri yang harus di gunakan untuk mencegah datangnya penyakit tersebut. Apabila sanitasi dalam tempat kerja dalam sutu perusahaan telah terlaksana dengan baik, maka hal tersebut dapat menguntungkan bagi perusahaan dengan terangkatnya citra perusahaan. Dari kegiatan produksipun dapat terawasi dari kerusakan mesinmesin produksi, serta meminimalkan terjadinya penyakit yang kemungkinan akan timbul.
1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapang
Praktek kerja lapang ini bertujuan untuk :
- Menambah wawasan dan pengalaman kerja dan kemampuan profesi mahasiswa melalui penerapan ilmu dan latihan kerja sekaligus memberikan gambaran nyata aplikasi ilmu yang diperoleh selama kuliah.
- Mendekatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat dan dunia kerja agar pendidikan sejalan dengan tuntutan pembangunan di berbagai bidang.
- Mengetahui dan memahami kondisi, persyaratan, dan tuntutan dalam bidang pengelolaan sanitasi lingkungan.
1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan PKL
Kegiatan PKL di PT Goodyear Tbk., yang berlokasi di Jl Pemuda No. 27, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Bogor Utara, Propinsi Jawa Barat, dan dilaksanakan pada tanggal............
1.4 Metodologi
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang ini menggunakan metode sebagai berikut :
- Pengamatan Lapang, yaitu pengamatan secara langsung disertai dengan praktek pada instansi yang sedang berlangsung.
- Wawancara, yaitu metode pengambilan data primer secara lisan. Wawancara yang dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi atas permasalahan-permasalahan teknis yang terjadi di lapangan dengan menanyakan langsung kepada pihak yang terkait.
- Pengambilan data, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder dari departemen terkait yang berhubungan dengan aspek yang sedang dikaji sebagai data penunjang dalam pembahasan laporan Praktek Kerja Lapang.
- Studi Pustaka, yaitu mencari referensi dan literatur yang terkait dengan kegiatan yang akan menjadi data pelengkap dan pembanding dengan data yang ada.
- Perumusan dan penulisan laporan yang akan dilakukan setelah data yang diperoleh dianalisis lalu dirumuskan, kemudian dituangkan ke dalam bentuk laporan.
Di posting oleh : Farida Hayu Pramuditya, Kesehatan dan keselamatan kerja, Kesehatan masyarakat, Universitas indonesia
Kutowinangun, Kebumen, Jawa tengah